DAERAH RAWAN GEMPA BUMI TEKTONIK DI INDONESIA ( KENAPA SELALU ADA KERUSAKAN ? )

Posted in 1 on May 20, 2009 by ardidafa78

FAUZI MSc, PhD

Pusat Gempa Nasional BMG Jl Angkasa I/2 Kemayoran Jakarta 10720

Abstrak

Kerugian akibat gempa bumi tidak langsung disebabkan oleh gempa bumi, namun disebabkan oleh keretakan bangunan sehingga terjadi runtuhan bangunan, kejatuhan peralatan dalam bangunan, kebakaran, tsunami dan tanah longsor. Faktor kerentanan bangunan sangat erat hubungannya untuk perhitungan bencana gempa bumi di masa yang akan datang. Faktor gempa bumi tak dapat dielakkan tapi harus dihadapi dengan merencanakan bangunan beserta lingkungannya yang tahan terhadap gempa bumi

Prediksi gempa bumi sampai sekarang masih dalam taraf penelitian sehingga faktor mitigasi lebih penting untuk mencegah kerugian dan bencana yang lebih besar. Untuk itu diperlukan analisa resiko yang mencakup parameter gempa bumi, bangunan dan geologi setempat dimana bangunan atau perencanaan kota berada. Analisa ini memerlukan kerjasama antara masing-masing profesional: Geofisikawan, Insinyur sipil dan Geologi.

Read more »

MEMAHAMI IKLIM DALAM SKALA RUANG DAN WAKTU YANG BERBEDA

Posted in 1 on May 20, 2009 by ardidafa78

Tumiar Katarina Manik

Staf Pengajar FAPERTA UNILA

Abstraks

Akhir-akhir ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya informasi iklim semakin meningkat. Hal ini disebabkan banyaknya persoalan-persoalan yang diduga berkait dengan kondisi cuaca/iklim. Dalam kasus-kasus yang darurat masyarakat seringkali berharap tersedianya informasi/analisa yang cepat dan akurat dan merasa kecewa waktu mendapatkan prakiraan atau analisa yanmg dibuat oleh para ahli tidak tepat, Karena sikap ini, masyarakat lalu menganggap remeh hasil prediksi/analisa cuaca/iklim bahkan seringkali juga menganggap remeh peringatan dini yang diberikan. Satu hal penting yang belum banyak disadari adalah adanya faktor skala (baik skala luas maupun waktu) dari suatu unsur iklim. Sebuah informasi atau analisa harus diperhatikan berlaku untuk skala ruang dan waktu yang mana, juga harus dipikirkan analisa pada skala mana yang diperlukan untuk suatu masalah. Tulisan ini dimaksudkan untuk mamberikan informasi bagaimana memahami iklim dalam skala waktu dan ruang yang berbeda sehingga penggunaan informasi iklim lebih tepat, diharapkan metode analisa data juga akan disesuaikan dengan sakla ruang dan waktu yang diperlukan.

Read more »

PERANAN INFORMASI CUACA DAN IKLIM DALAM ANTISIPASI DAMPAK KONDISI LINGKUNGAN EKSTRIM

Posted in 1 on May 20, 2009 by ardidafa78

1. PENDAHULUAN

Cuaca dan iklim merupakan suatu kondisi udara yang terjadi di permukaan bumi akibat adanya  penyebaran pemerataan energi yang berasal dari matahari yang diterima oleh permukaan bumi.  Sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, peristiwa alam ini hingga kini belum banyak terkuak dengan rinci.

Sebagai anugerah dan peristiwa alam, manusia hanya dapat mengikuti perkembangan dengan cara melakukan pengamtan secara terus menerus dengan teratur.  Tanpa adanya usaha untuk melakukan pengamatan dan pemantauan baik manual dan visual dengan peralatan inderanya (Remote sensing), kita akan mengalami kerugian baik moril dan materiil.  Apabila dengan adanya pertambahan penduduk yang tentunya mengeksploitasi bumi secara besar-besaran, sehingga kondisi ini telah memberi dampak munculnya beberapa isu mulai dari isu perubahan iklim, pemanasan global dan munculnya daerah padang pasir baru.

Read more »

PEMBAGIAN DAERAH TIPE IKLIM KOTA BANDAR LAMPUNG

Posted in Artikel Mei on May 6, 2009 by ardidafa78

BAMBANG N. SETYANTO

Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung

Daerah Bandar Lampung meliputi daerah pesisir, tanah datar dan pegunungan dengan model geografi yang berbeda maka sebaran curah hujannya akan berbeda ditiap daerahnya, sehingga tipe daerah agro-klimatnya terbagi menjadi 4 (empat ) daerah. Dengan panjang musim pada umumnya 7 bulan dan sisanya musim penghujan. Permulaan musim kemarau pada pertengahan bulan April dan sebaliknya permulaan msuim hujan dimulai pada akhir Nopember.

I. PENDAHULUAN
Read more »

ANCAMAN AWAN KONVEKTIF TERHADAP PENERBANGAN

Posted in Artikel Mei on May 6, 2009 by ardidafa78

SAWARDI dan BAMBANG N SETYANTO
Staf Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung

Abstrak

Permulaan musim (hujan ke kemarau), selalu ditandai dengan periode peralihan (panca roba) dengan selang waktu 1-3 dasarian, pada saat masa peralihan ditandai dengan adanya cuaca buruk, seperti : angin kencang, hujan lebat dengan periode pendek dan badai guntur, hal ini terjadi dikarenakan adanya aktifitas awan konvektif.
Awan konvektif terjadi dikarenakan adanya pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan selatan pada paras bawah (850 mb) dari sirkulasi meridional yang merupakan daerah pumpunan (convergence), pada daerah ini memiliki peranan dalam pemindahan kearah vertical dari momentum, panas dan kelembaban, dan daerah ini dikenal dengan daerah pumpun antartropis atau Intertropical Convergence Zone (ITCZ).Posisi ITCZ berubah-ubah sepanjang tahun sesuai dengan factor yang mempengaruhi diantaranya angin monsoon dan ada tidaknya seruak dingin dari utara katulistiwa.
Sedangkan usaha pencegahan pada pesawat yang sedang terbang adalah dengan menghindari awan konvektif dan pemasangan beberapa anemometer di ujung landasan pacu untuk keselamatan pesawat lepas landas.
Read more »

PENGARUH IKLIM/CUACA TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Posted in Artikel Mei on May 6, 2009 by ardidafa78

Drs. Bambang Nova Setyanto
Koordinator BMG Lampung

I. PENDAHULUAN

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia cenderung disebabkan oleh manusia dan didukung oleh kekeringan yang panjang sebagai akibat dari faktor rendahnya nilai curah hujan yang terjadi di beberapa daerah dalam waktu yang cukup lama.

Di Propinsi Lampung pada setiap musim kemarau hamper selalu terjadi kekeringan pada tanaman pangan dengan intensitas dan luasan daerah yang berbeda setiap tahunnya. Daerah yang mengalami kekeringan pada umumnya daerah tadah hujan atau daerah lahan kering dengan permulaan musim kemarau lebih awal dan sifat hujannya dibawah normal serta pada umumnya panjang musim kemarau lebih panjang dari musim hujannya.

Populasi hutan di Propinsi Lampung makin menipis, yang tersisa hanyalah semak belukar. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi penjalaran kebakaran adalah bahan baker, cuaca dan topografi, sedangkan asal muasal kebakaran pada umumnya akibat ulah manusia.
Read more »

KARAKTERISTIK HARI GUNTUR DI WILAYAH INDONESIA

Posted in Artikel Mei on May 6, 2009 by ardidafa78

Achmad Sasmito, Muhamad Husni, Gunawan Ibrahim

Badan Meteorologi dan Geofisika

ABSTRACT

Indonesia is a maritime continent and is located in the tropical region. Most of the region are abundance of cloud development causing rainfall through out the year. This region is also notorius with lightning and thunderstorm occurrences.

Lightning accompanied by thunderstorm can generally be seen coming from cumulonimbus cloud. Actually, lightning is very useful especially for plantation because it is able to fertilizer the soil in relation to the N2 development as essential substances, yet lightning is able to disturb us, even inflicts the environment because it causes damages especially for electronic instruments.

Result of thunderstorm analysis during 1991-2000 showed that Cilik Riwut Palangkaraya Meteorological Station ( Central Kalimantan ) experiented 300 thunderstorm days during a year. This value was becoming the highest occurrences taken from 50 thunderstorm observation station in Indonesia. Generally, location around the equator could be known as a rich source of thunderstorm. This condition rainfall through out the year and having twice maximum rainfall occurrences around april and October.

1. PENDAHULUAN
Wilayah Indonesia berada di antara dua benua asia dan Australia, dua samudera Hindia dan Pasifik. Letaknya membentang di sepanjang daerah katulistiwa, sebagai wilayah maritim kontinen hampir 2/3 bagian wilayahnya merupakan lautan dan sebagaian lagi terdiri dari kepulauan besar dan kecil yang jumlahnya kurang lebih 17.000 kepulauan. Terkadang dipengaruhi adanya gangguan siklon tropis, disamping itu wilayah Indonesia memiliki banyak gunung baik yang masih aktif maupun yang telah mati. Memperhatikan letak geografis, topografi, dan lingkungan tersebut pembentukan cuaca dan iklim di Indonesia sangat dipengaruhi oleh deklinasi matahari, mosun, lokal, gangguan siklon tropis, dan couple yaitu interaksi antara laut dan atmosfer.

Read more »

KERAGAMAN RUANG DAN WAKTU CURAH HUJAN DI SUMBER JAYA, LAMPUNG BARAT

Posted in Artikel Mei on May 4, 2009 by ardidafa78

Tumiar Katarina Manik

Tim Ahli TICIG Lampung

Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumber Jaya, Lampung Barat dengan ketinggian pada umumnya diatas 1500 m merupakan salah satu wilayah yang merupakan sumber air bagi Provinsi Lampung yang dalam klasifikasi iklim Oldeman bertipe B1.

Penelitian difakukan sejak tahun 2005 dengan maksud untuk mempelajari jarak antar penakar hujan yang memberikan nilai korelsi tertinggi sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran tentang distribusi ruang dan waktu dari intensitas curah hujan di daerah Sumber Jaya dengan menggunakan metode analisa distribusi ruang dan waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada musim hujan dan musim kemarau, hujan turun dalam periode hampir sama, dengan pergeseran sekitar 30 menit dan pola distribusi hujan berkorelasi sedang (r = 0.5 – 0.7 ), yang berarti menunjukkan adanya distribusi curah hujan secara waktu homogen.

Read more »

ANALISIS KESESUAIAN IKLIM UNTUK TANAMAN KOPI DI PROVINSI LAMPUNG

Posted in Artikel Mei on May 4, 2009 by ardidafa78

Bambang N. Setyanto

Ketua TICIG Lampung

Dodo Gunawan

Ramalan Jasa Klimatologi BMG

Faktor Iklim memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan suatu komunitas, sejak penentuan lokasi tanam sampai pasca panen. Peta kesesuaian iklim untuk tanaman kopi diperlukan untuk menentukan daerah daerah yang cocok untuk jenis tanaman tersebut, dari sisi iklim, pada jenis kopi tertentu diperlukan curah hujan rata-rata 2000 – 3000 mm pertahun dan adanya paruh kering beberapa waktu.

Untuk daerah propinsi Lampung yang ideal untuk tanaman kopi jenis Robusta dan Arabika (dari sisi klimatalogi) adalah daerah Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, Tulang Bawang, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Tanggamus bagian barat.

Read more »

Petir

Posted in Artikel Mei on May 1, 2009 by ardidafa78

Apakah Petir itu ?

Suatu fenomena alam yang pembentukkannya berasal dari terpisahnya muatan didalam awan Cumulunimbus ( Cb ). Terbentuk akibat adanya pergerakan udara keatas akibat panas dari permukaan laut serta adanya udara yang lembab

Awan bermuatan dapat terbentuk :

  1. Jika suatu daerah terdapat udara yang lembab
  2. Pergerakkan udara keatas akibat pemanasan permukaan bumi oleh sinar matahari.
  3. Terdapat inti higroskopis

Bagaimana Proses terjadinya petir ?

Read more »