Archive for the Artikel Meteorologi dan Geofisika Category

ANALISIS CUACA PADA SAAT PUTING BELIUNG DI BANDAR LAMPUNG

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on April 22, 2009 by ardiansyah

(studi kasus peristiwa puting beliung 2 Nopember 2006)

ADI SAPUTRA

Akademi Meteorologi dan Geofisika Jakarta

FAHRIZAL

Stasiun Metorologi Radin Inten II Bandar Lampung

ABSTRAK

Pada tanggal 2 Nopember 2006 terjadi cuaca buruk di Kota Bandar Lampung. Angin puting beliung yang cukup kuat menghantam tiga kecamatan yakni Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, dan Tanjungkarang Barat menyebabkan kerusakan di berbagai tempat. Tulisan ini berupa analisa bagaimana kejadian tersebut berdasarkan data-data meteorologi yang diperoleh dari stasiun yang terdekat dengan tempat kejadian. Indikasi adanya gusty, tercapainya suhu konvektif dan ketidakstabilan atmosfer dapat dilihat dari analisa aero diagram radiosonde Stasiun Meteorologi Cengkareng Tengerang. Beberapa indikator untuk memungkinkan terjadinya puting beliung dapat ditemukan. Walaupun kejadian puting beliung jarang terjadi di Lampung, kejadian kali ini penting pula untuk diinvestigasi, agar hasilnya dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran kedepan bila ada kejadian serupa.

Continue reading

PENGENALAN ALAT PENGUKUR UNSUR CUACA/IKLIM

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on April 16, 2009 by ardiansyah

Cuaca adalah keadaan / fenomena fisik dari atmosfer ( yang berhubungan dengan suhu, tekanan udara , angin, awan ,kelembaban dan lain-lainnya ) disuatu tempat dan pada waktu tertentun contoh : Pengamatan cuaca yang dilakukan tiap jam.

Sedangkan Iklim adalah aspek dari cuaca di suatu tempat dan pada waktu tertentu dalam jangka panjang, contoh : Evaluasi dan Prakiraan Hujan bulanan,Prakiraan Musim Hujan dan Kemarau.

Untuk mendapatkan data unsur-unsur cuaca ataupun data iklim diperlukan suatu peralatan yang standart. Peralatan-peralatan yang ada di BMG mempunyai standart yang telah ditentukan oleh WMO ( World Meteorological Organitation ).

Adapun peralatan-peralatan itu diantaranya adalah :

( selanjutnya dapat dibaca pada link dibawah ini)

pengenalan-alat-pengukur-unsur-cuaca

MANUSIA PELAKU DARI PERUBAHAN LINGKUNGAN GLOBAL

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on April 16, 2009 by ardiansyah

Abstrak

Aktifitas-aktifitas manusia telah mengubah lingkungan global, dan perubahan-­perubahan lingkungan global ini memiliki bentuk yang bermacam-macam. Wajah­-wajah perubahan global yang tidak terhitung banyaknya sebagai aktifitas manusia adalah efek rumah kaca serta dampaknya terhadap pertanian serta kenaikan permukaan air laut didaerah pantai, pengurangan ozon di stratosfir, penebangan hutan didaerah tropis dan dampaknya terhadap species-species yang hidup disana, serta endapan asam yang semuanya itu dapat meningkatkan iklim global.

Continue reading

PERANAN METEOROLOGI BAGI PENERBANGAN

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on April 16, 2009 by ardiansyah

Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung

ABSTRAK

Pada Moda transportasi, transportasi udara merupakan moda yang sangat bergantung pada keadaan cuaca, baik waktu tinggal landas/lepas landas ataupun pada waktu pesawat di udara. Kecelakaan pada pesawat udara dapat disebabkan oleh tehnis, kesalahan manusia, maupun faktor cuaca. Hal tersebut sebenarnya bisa dihindari dengan adanya koordinasi dari berbagai Instansi yang terkait.

Seperti alasan cuaca buruk, Instansi yang berwenang memberikan informasi adalah Badan Meteorologi dan Geofisika ( BMG ). Setiap setengah jam sekali atau tergantung dari membaik dan memburuknya keadaan cuaca, BMG memberikan informasi cuaca atau yang lebih dikenal dengan Weather Report kepada Air Traffic Controller atau Pengatur Lalu Lintas Udara, yang kemudian diteruskan kepada Penerbang. Selanjutnya Penerbang yang akan memanfaatkan data-data unsur cuaca tersebut.

I. PENDAHULUAN Continue reading

ANALISIS SEBARAN HUJAN DI PROVINSI LAMPUNG UNTUK PEWILAYAHAN TANAMAN PADI

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on February 26, 2009 by ardiansyah

Eva Nurhayati, S.Si

Stamet Radin Inten II Bandar Lampung

ABSTRAK

Berdasarkan data curah hujan dalam bentuk isohyet atau sebaran spasial curah hujan di Provinsi Lampung yang diperoleh menunjukkan bahwa wilayah Lampung secara umum dipengaruhi oleh angin Muson (Monsoon) yang setiap enam bulan sekali berganti arah. Hal tersebut menyebabkan pola curah hujan Monsunal, yaitu rata-rata setiap wilayah di Provinsi Lampung memiliki satu puncak hujan dimana dicirikan dengan terjadinya puncak hujan tertinggi antara bulan Desember-Februari dan curah hujan terendah terjadi antara bulan Juni-Agustus. Khusus untuk beberapa daerah di Kabupaten Lampung Barat, curah hujan yang terjadi cenderung dipengaruhi oleh pengaruh lokal atau topografi setempat.

evaKomoditas potensial yang dimiliki oleh Provinsi Lampung sekaligus menjadi komoditas unggulan adalah tanaman padi. Analisis mengenai pola masa tanam padi yang baik di wilayah Lampung sudah dapat dilakukan pada saat kondisi bulan basah rata-rata di atas 200 mm/bulan atau pada tingkat ketersediaan air sudah cukup memenuhi, yaitu sekitar 100-200 mm/bulan. Sehingga awal bercocok tanam padi sudah dapat dilakukan penanaman pada awal bulan November hingga akhir Mei yang dapat dilakukan hampir di seluruh wilayah Lampung dengan tanpa melibatkan pengaruh faktor lain sebelumnya.

Memasuki bulan Juni sampai September akhir dianjurkan untuk tidak dilakukan penanaman padi pada daerah-daerah lahan kering khususnya untuk sebagian besar Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Timur serta sebagian besar Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Utara bagian utara dan timur. Potensi kerawanan pangan yang tinggi dapat terjadi di sebagian besar daerah ini. Hal ini disebabkan karena hujan yang jatuh di daerah ini rata-rata kurang dari 100 mm/bulannya. Namun, untuk beberapa daerah di Kabupaten Way Kanan, Lampung Barat dan Tanggamus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin penggunaannya untuk areal pertanian karena melihat dari segi ketersediaan airnya yang masih berada pada potensi mencukupi. Dan akan lebih baik lagi apabila sudah ditunjang dengan sistem irigasi yang sudah beroperasi dengan baik.

Continue reading

PENGENALAN ISTILAH-ISTILAH DI DALAM PRAKIRAAN MUSIM / IKLIM

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on February 4, 2009 by ardiansyah

cimg0044
I. PENDAHULUAN

Cuaca adalah keadaan / fenomena fisik dari atmosfer ( yang berhubungan dengan Suhu, Tekanan Udara, Angin, Awan, Kelembaban Udara, Radiasi, Jarak Pandang / Visibility dsb ) di suatu tempat dan pada waktu tertentu.Contoh : Pengamatan cuaca dilakukan tiap jam. Sedangkan Iklim adalah aspek dari cuaca di suatu tempat dan pada waktu tertentu dalam jangka panjang. Contoh : Evaluasi dan prakiraan hujan bulanan, prakiraan musim hujan dan kemarau. Continue reading

PERKEMBANGAN ALAT UKUR KLIMATOLOGI

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on December 29, 2008 by ardiansyah

alat-klim21

1. PENDAHULUAN

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa untuk melakukan pengamatan beberapa unsur Klimtologi/Klimatologi diperlukan peralatan . Seperti juga telah kita ketahui bahwa unsur-unsur dalam Meteorologi/ Klimatologi terdiri dari berbagai macam unsure, misalnya: Suhu, Tekanan udara, Kelembaban udara, Angin, Perawanan, Hujan Penguapan, dan lain-lain. Oleh karena banyaknya unsur-unsur tersebut, maka dengan sendirinya untuk melakukan pengamatan dan peramatan memerlukan dan menggunakan alat-alat yang bebeda pula. Dalam perkembangan dan kemajuan tehnologi untuk alat-alat Meteorologi/Klimatologi secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi tiga katagori. Yaitu katagori alat-alat konvensional (manual), alat-lat recorder Mekanik dan alat-alat recorder Elektronik.

2. ALAT PENGUKUR TEKANAN UDARA

Tekanan udara adalah gaya berat/gaya tekan udara pada suatu luasan tertentu. Persamaan fisis untuk mengetahui tekanan udara adalah:

persamaan2

Perhitungan dilakukan dengan metode pipa U, dimana tekanan pada pipa A akan sama dengan tekanan di pipa B, sehingga bila kolom udara pada salah satu kolom difakumkan dan massa fluida (m) serta konstanta grafitasi (g) diketahui maka tekanan pada pipa terbuka (identik dengan tekanan udara lingkungan) akan diketahui.

selanjut……. perkembangan-alat-ukur-klimatologiperkembangan-alat-ukur-klimatologi1

Banjit

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on December 29, 2008 by ardiansyah

banjit

Ini ada awan yang sangat menarik…(menurut saya tentunya) .. waktu ini saya dengan teman sedang menginstalasi peralatan AWS (Automatic Weather Stasion) di Banjit Waykanan Lampung.

kikim

Ini nih kampung ku.. seger bener kalo mandi disini, ada yang mau………….?

MANFAAT INFORMASI IKLIM BAGI PEMBANGUNAN PERTANIAN

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on December 29, 2008 by ardiansyah

FAHRIZAL

Staf BMG Lampung

ABSTRAK

Iklim merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi yang sangat dinamik dan sulit dikendalikan. Dalam praktek, iklim dan cuaca sangat sulit untuk dimodifikasi/dikendalikan sesuai dengan kebutuhan, kalaupun bisa memerluan biaya dan teknologi yang tinggi. Iklim/cuaca sering seakan-akan menjadi faktor pembatas produksi pertanian. Karena sifatnya yang dinamis, beragam dan terbuka, pendekatan terhadap cuaca/iklim agar lebih berdaya guna dalam bidang pertanian , diperlukan suatu pemahaman yang lebih akurat teradap karakteristik iklim melalui analisis dan interpretasi data iklim. Mutu hasil analisis dan interpretasi data iklim, selain ditentukan oleh metode analisis yang digunakan, juga sangat ditentukan oleh jumlah dan mutu data. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antar instasi pengelola dan pengguna data iklim demi menunjang pembangunan pertanian secara keseluruhan.

aws

Menyimak pemberitaan beberapa media masa akhir-akhir ini tentang semakin rawannya ketersediaan pangan di Indonesia tentunya sangat memprihatinkan. Pengaruh kegagalan panen, bangkrutnya petani dan harga pangan yang makin meningkat dapat meruntuhkan prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi dimana harga bahan pangan dan komoditi lain yang tinggi tentu saja berakibat pada peningkatan inflasi. Semakin rawannya ketahanan pangan di Indonesia merupakan akibat semakin menurunnya luas lahan pertanian dan produktivitas lahan yang tidak mungkin ditingkatkan. Artinya beberapa upaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sudah tidak ekonomis lagi.
Continue reading

TSUNAMI, PENYEBAB DAN AKIBATNYA

Posted in Artikel Meteorologi dan Geofisika on December 29, 2008 by ardiansyah

TSUNAMI, PENYEBAB DAN AKIBATNYA

Robert Pasaribu
Sub Bidang Analisa Geofisika
Badan Meteorologi dan Geofisika, Jakarta

ABSTRAK

In Indonesia Tsunami is produced by seismic activities which are, iin this case, shallow earthquakes found in active seismic tectonic zones, such as subduction zone, bared zone and fault zone. There have been 17 big Tsunami evidences recorded in Indonesia, where the depth of the originating earthquakes ranged between 5.6 Richter Scale, with the maximum intensity of VII-IX MMI Scale.
The magnitudo of Tsunamis in Indonesia varied from 1.5 to 4.5 Imamura Scale, while the maximum amplitude of the waves which reach the coast between 4-24 m, and the extent to the land were 50-200 m from the coast lline.
There have been Tsunami events happening in Indonesia since 1990, causing 3000 people died and great material loss. The fack that Tsunami often happened in Indonesia verifies that the countryis a high risk area of Tsunami. Therefore, it is necessary to make suffivient for anticipating or minimizing the Tsunami effect on both material and living things.

Pendahuluan

Tsunami berasal dari bahasa Jepang yaitu kata Tsu dan Nami. Tsu berarti pelabuhan dan nami berarti gelombang besar. Istilah tersebut kemudian dipakai oleh masyarakat untuk menunjukkan adanya gelombang besar yang disebabkan oleh gempa bumi. Lebih tepatnya tsunami diartikan sebagai gelombang laut yang terjadi secara mendadak yang disebabkan karena terganggunya kestabilan air laut yang diakibatkan oleh gempa bumi. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.